Daftar Isi

PENGERTIAN MODAL

Dalam ilmu ekonomi, istilah "capital" (modal) merupakan konsep yang pengertiannya berbeda-beda, tergantung dari konteks penggunaannya dan aliran pemikiran (school of thought) yang dianut. Secara historis konsep modal juga mengalami perubahan/perkembangan. Dalam abad ke-16 dan 17 istilah "capital" dipergunakan untuk : a) stok uang yang akan dipakai untuk membeli komoditi fisik yang kemudian dijual guna memperoleh keuntungan, b) stok komoditi itu sendiri. Pada waktu itu istilah "stock" dan istilah "capital" sering dipakai secara sinonim. Perusahaan dagang Inggris yang didirikan dalam masa itu atas dasar saham misalnya, dikenal sebagai "Join Stock Companies" atau "Capital Stock Companies".

Adam Smith dalam the Wealth of Nation (1776), juga nionggunakan istilah "capital" dan "circulating capital". Pembedaan ini didasarkan atas kriteria sejauh mana suatu unsur modal itu terkonsumsi dalam jangka waktu tertentu (misal satu tahun). Jika suatu unsur modal itu dalam jangka waktu tertentu hanya terkonsumsi sebagian sehingga sebagian (kecil) nilainya menjadi susut, maka unsur itu disebut "fixed capital" (misal mesin, bangunan, dan sebagainya). Tetapi jika unsur modal terkonsumsi secara total, maka is disebut "circulating capital” (misal tenaga kerja, bahan mentah dan sarana produksi). Pembedaan semacam ini (yang juga masih umum dipergunakan sampai sekarang), mendapat kritik dari Marx. John Stuart Mill dalam Principle of Political Economy (1848) menggunakan istilah "capital" dengan arti: (1) barang fisik yang dipergunakan untuk menghasilkan barang lain, dan (2) suatu dana yang tersedia untuk mengupah buruh. Pada akhir abad ke-19, modal dalam arti barang fisik yang dipergunakan untuk menghasilkan barang lain, dipandang sebagai salah satu di antara empat faktor utama produksi (tiga lainnya adalah tanah, tenaga kerja dan organisasi atau managemen).

Para ahli ekonomi neo-klasik pun menggunakan pandangan ini (misalnya Alfred Marshall dalam Principles of Economies 1890). Sekarang, "modal" sebagai suatu konsep ekonomi dipergunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Dalam rumusan yang sederhana, misalnya Mubyarto memberikan definisi: "modal" adalah barang atau uang, yang bersama-sama faktor produksi tanah dan tenaga kerja menghasilkan barang-barang baru (1973:94). Dalam artian yang lebih luas, dan dalam tradisi pandangan ekonomi non-Marxian pada umumnya, "modal" mengacu kepada "asset" yang dimiliki seseorang sebagai kekayaan (wealth) yang tidak segera dikonsumsi melainkan, atau disimpan ("saving" adalah "potential capital"), atau dipakai untuk menghasilkan barang/jasa baru (investasi).

Dengan demikian, modal dapat berwujud barang dan uang. Tetapi, tidak setiap jumlah uang dapat disebut modal. Sejumlah uang itu menjadi modal kalau ia ditanam atau diinvestasikan untuk menjamin adanya suatu "kembalian" (rate of return). Dalam arti ini modal juga mengacu kepada investasi itu sendiri yang dapat berupa alat-alat finansial seperti deposito, stok barang, ataupun surat saham yang mencerminkan hak atas sarana produksi, atau dapat pula berupa sarana produksi fisik. Kembalian itu dapat berupa pembayaran bunga, ataupun klaim atas suatu keuntungan. Modal yang berupa barang (capital goods), mencakup "durable (fixed) capital" dalam bentuk bangunan pabrik, mesin-mesin, peralatan transportasi, kemudahan distribusi, dan barang-barang lainnya yang dipergunakan untuk memproduksi barang/jasa baru; dan "no-durable" (circulating) capital, dalam bentuk barang jadi ataupun setengah jadi yang berada dalam proses untuk diolah menjadi barang jadi.

Terdapat pula adanya penggunaan istilah "capital" untuk mengacu kepada arti yang lebih khusus, misalnya "social capital" dan "human capital". Istilah yang pertama mengacu kepada jenis modal yang tersedia bagi kepentingan umum, seperti rumah sakit, gedung sekolahan, jalan raya dan sebagainya; sedangkan istilah yang kedua mengacu kepada faktor manusia produtif yang secara inherent tercakup faktor kecakapan dan keterampilan manusia. Menyelenggarakan pendidikan misalnya, disebut sebagai suatu investasi dalam "human capital". Para ahli ekonomi non-Marxian apapun mazhab yang dianutnya pada umumnya mengikuti pengertian-pengertian di atas, sedangkan Marx menggunakan istilah "capital" untuk mengacu kepada konsep yang sama sekali lain. "Modal" bukanlah barang, melainkan hubungan (produksi) sosial yang menampakkan diri sebagai barang.

Memang, berbicara tentang modal berarti berbicara tentang "bagaimana membuat uang", tetapi asset yang "membuat" uang itu mewadahi hubungan khusus antara si pemilik dengan yang bukan pemilik sedemikian rupa sehingga bukan saja bahwa uang "dibuat", tetapi juga bahwa hubungan-hubungan pemilikan pribadi yang melahirkan proses tersebut secara terus-menerus terlestarikan. Dengan demikian, "capital" adalah suatu konsep abstrak yang manifestasinya dapat berupa barang atau uang. Karena itu, ia merupakan kategori yang kompleks, yang tidak cukup diterangkan hanya dengan satu definisi.

KONSEP MODAL MENURUT MARX

Pertama, transformasi uang menjadi modal berjalan melalui proses ortentu, terdiri dari dua rangkaian transaksi dalam suasana sirkulasi, yaitu: (1) menjual komoditas (K) dan uang yang diterima (U) dipakal iintuk membeli komoditas lain; dan (2) membeli komoditas untuk kemudian dijual lagi (Secara bagan: K-U-K; dan U-K-U).

Kedua, dalam rangkaian transaksi itu faktor "nilai" menjadi penting, sebab terutama dalam U-K-U, transaksi itu hanya bermakna jika jumlah uang pada titik akhir menjadi lebih besar daripada jumlah asal (kalau tidak, ya bagaimana keuntungan dapat diperoleh). Kalau pertukaran itu merupakan pertukaran nilai yang setara, bagaimana tambahan uang bisa diperoleh? Sebaliknya, kalau tidak setara, berarti nilai itu sendiri tidak tercipta. Marx menjawab persoalan ini dengan menerapkan "nilai-guna". Nilai guna mempunyai sifat "menciptakan" nilai tambahan atau "nilai lebih". Komoditas yang mempunyai nilai-guna seperti itu adalah tenaga kerja.

Ketiga, jalur K-U-K, secara tipikal mengacu kepada transaksi pengupahan tenaga kerja. Buruh menjual tenaganya untuk memperoleh sejumlah uang (berupa upah) yang pada gilirannya dipakai untuk membeli barang lain (pangan dan lain-lain kebutuhan) yang diperlukan untuk dapat me"reproduksi" tenaganya. Karena itu dalam transaksi ini, uang sama sekali tidak bertindak sebagai modal. Namun, jika dilihat dari arah transaksi yang terbalik, yaitu dari si pengupah, dan "nilai" dimasukan, maka uang di sini dapat disebut sebagai unsur modal yang oleh Marx disebut dengan istilah variable capital (VC). Tetapi VC dilihat dari si pengupah.

Keempat, sebaliknya, jalur U-K-U merupakan transaksi yang mencakup pembelian sarana produksi yang kemudian diolah menjadi produk yang kemudian dijual untuk memperoleh uang lebih banyak. Jadi, berbeda dengan upah yang dibelanjakan untuk membeli barang yang dikonsumsi dan kemudian lenyap sama sekali, dalam jalur U-K-U ini uang hanya merupakan "advance" untuk kemudian muncul kembali dalam jumlah yang lebih banyak. Disinilah uang ditranformasikan menjadi capital dalam suatu proses historis ketika tenaga kerja menjadi komoditi sini terkait dengan konsep freedom makna ganda.

Kelima, dengan demikian, modal dalam konsep Marx adalah "nilai yang membengkak sendiri" (self expanding value) atau "nilai dalam gerak" (value in motion).

Keenam, ada sepasang konsep lagi dari Marx yang sering dikacaukan penggunaannya dengan konsep fixed dan circulating capital dari ekonomi non-Marxian, yaitu apa yang disebut constant capital (CC) dan variable capital (VC). Kedua pasangan itu sama sekali berbeda maknanya. CC adalah bagian dari modal yang dikeluarkan (advance) untuk diubah menjadi sarana produksi yang dalam proses produksi tidak mengalami perubahan nilai. Artinya, "nilai" sarana produksi itu disimpan dalam "nilai" produk yang dihasilkan, suatu proses pengalihan "nilai" melalui proses kerja. Proses produksi adalah transformasi "nilai-guna". Nilai-guna dari barang (sarana produksi) yang diolah, dikonsumsi. Tetapi "nilai" barang itu sendiri dialihkan ke dalam produk baru. Demikian tentang CC. VC adalah bagian dari modal yang dikeluarkan untuk diubah menjadi tenaga kerja yang dalam proses produksi kegiatannya menuju kepada dua arah, yaitu produksi nilai setaranya sendiri, dan di lain pihak menghasilkan "nilai-tambah", yang besarnya bragam menurut keadaan. Dengan demikian, dalam konsep Marx, unsur-unsur modal itu dapat dibedakan menurut dua macam kriteria. Pertama, dari kriteria proses kerja, ada faktor obyektif yaitu sarana produksi, dan ada faktor subyektif yaitu tenaga kerja. Kedua, dilihat dari segi penetapan nilai (valorization), ada constant capital dan ada variable capital.

TEORI STRUKTUR MODAL

Struktur modal adalah perbandingan atau imbangan pendanaan jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang jangka panjang terhadap modal sendiri. Pemenuhan kebutuhan dana perusahaan dari sumber modal sendiri berasal dari modal saham, laba ditahan, dan cadangan. Jika dalam pendanaan perusahaan yang berasal dari modal sendiri masih memiliki kekurangan (defisit) maka, perlu dipertimbangkan pendanaan perusahaan yang berasi dari luar, yaitu dari hutang (debt financing). Namun dalam pemenuhan kebutuhan dana, perusahaan harus mencari alternatif-alternatif pendanaan yang efisien. Pendanaan yang efisien akan terjadi bila perusahaan mempunyai struktur modal yang optimal. Struktur modal yang optimal dapat diartikan sebagai struktur modal yang dapat meminimalkan biaya penggunaan modal keseluruhan atau biaya modal rata-rata, sehingga memaksimalkan nilai perusahaan. Dalam teori struktur modal diasumsikan bawa perubahan struktur modal berasal dari penerbitan obligasi dan pembelian kembali saham biasa atau penerbitan saham baru. Selanjutnya perlu dikaji bagaimana pengaruh perubahan struktur modal tersebut terhadap nilai perusahaan dan apakah ada pengaruh struktur modal terhadap harga saham perusahaan sebagai pencerminan nilai perusahaan.

PENDEKATAN DALAM TEORI STRUKTUR MODAL

Pendekatan Laba Operasi Bersih (NOI Approach). Dikemukakan oleh David Durand (1952). Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan hutang perusahaan. Pendekatan ini melihat bahwa biaya modal rata-rata tertimbang bersifat konstan berapapun tingkat hutang yang digunakan perusahaan.

Pendekatan Traditional (Traditional Approach). Diasumsikan terjadi perubahan struktur modal dan peningkatan nilai total perusahaan melalui penggunaan financial leverage (hutang dibagi modal sendiri).

Pendekatan Modigliani dan Miller (MM Approach). MM berpendapat bahwa risiko total bagi seluruh pemegang saham tidak berubah walaupun struktur modal perusahaan mengalami perubahan. Hal ini didasarkan pada pendapat bahwa pembagian struktur modal antara hutang dan modal sendiri selalu terdapat perlindungan atas nilai investasi. Yaitu karena nilai investasi total perusahaan tergantung dari keuntungan dan risiko, sehingga nilai perusahaan tidak berubah walaupun struktur modalnya berubah. Asumsi yang digunakan adalah, pasar modal sempurna, nilai yang diharapkan dari distribusi probabilitas semua investor sama, perusahaan mempunyai risiko usaha (business risk) yang sama dan tidak ada pajak. Pendapat MM didukung oleh adanya proses arbitrase, yaitu proses mendapatkan dua aktiva yang pada dasarnya sama dan membelinya dengan harga yang termurah serta menjual lagi dengan harga yang lebih tinggi.

ARTIKEL MENARIK

TUTORIAL BLOG SEO


Meningkatkan pengunjung dengan memanfaatkan mesin pencari atau yang dikenal dengan istilah search engine merupakan target dari sebagian besar blogger. Bisa dikatakan bahwa pengunjung yang dihasilkan dari pencarian search engine merupakan pengunjung organik dan tertarget. Sehingga pengunjung yang demikian itu merupakan pengunjung yang sangat potensial untuk membeli produk yang kita tawarkan.


ZODIAK | HOROSKOP


Dalam pengertian umum, zodiak merupakan persamaan kata dari horoskop. Memang antara zodiak dan horoskop selalu berhubungan yang identik. Ketika kita berbicara tentang zodiak, sudah barang tentu kita akan berbicara tentang horoskop. Agar lebih jelas untuk memahami kedua istilah tersebut, akan kami uraikan sedikit penjelasannya.


PIDATO Ir. SOEKARNO TENTANG PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA


Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menepati permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia?


PENGERTIAN MANAJEMEN


Istilah manajemen dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman definisi. Berbagai istilah yang dipergunakan, seperti ketatalaksanaan, manajemen, dan manajemen pengurusan. Untuk menghindari penafsiran yang berbeda-beda, dalam tulisan ini kita pakai istilah aslinya, yaitu "manajemen".


RADEN AJENG KARTINI


Raden Ajeng Kartini adalah seseorang dari lingkup kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat - bupati Jepara. Kartini merupakan putri yang lahir dari istri pertama (bukan istri utama) yang bernama M.A. Ngasirah. Putri dari Nyai Hajah Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono - guru agama di Telukawur, Jepara.


MERAWAT SEPEDA MOTOR


Perkembangan sepeda motor di Indonesia dewasa ini sangat luar biasa dengan keragaman tipe, varian, inovasi teknologi, hingga kuantitasnya yang sangat banyak. Seiring dengan kemajuan teknologi tersebut, kebutuhan akan mekanik dan teknisi sepeda motor juga semakin meningkat. Bagi para pengendara sepeda motor sendiri tentu saja tidak ada salahnya jika sedikit mengetahui tentang otomotif sepeda motor.


MOTIVASI HIDUP | BERANI MENEMPUH JALAN YANG LUAR BIASA


JIKA ANDA menghadapi sebuah pilihan untuk melakukan sesuatu, yang satu lazim, sedangkan yang lain luar biasa, sebaiknya Anda memilih yang luar biasa. Spesialisasi selalu memiliki banyak keuntungan. Seorang spesialis tidak menghadapi banyak saingan. Setiap pengusaha selalu ingin menguasai satu bidang sepenuhnya, yakni memonopoli.


MEMULAI DAN MEMILIH BISNIS ONLINE


Bisnis online adalah sebuah usaha atau aktivitas bisnis yang dijalankan dan dikelola dengan memanfaatkan fasilitas internet sebagai media utama pemasarannya. Perkembangan teknologi informasi kini sudah sangat maju. Kemajuan teknologi tersebut membuat dunia terasa sangat kecil. Tenologi internet yang berkembang sangat cepat membauat jangkauan informasi dari seluruh dunia menjadi semakin mudah.


MENANGKAP PELUANG USAHA BISNIS DI RUMAH


Banyak orang meragukan usaha bisnis di rumah mampu menghasilkan uang dalam jumlah banyak. "Mengapa harus bekerja di rumah? Anda hanya menghasilkan sedikit uang." Demikan bahasa tersebut biasanya keluar diri orang-orang yang tidak pernah memahami peluang usaha bisnis di rumah. Paling tidak, untuk saat sekarang ini, tahun 2013 ini, saat artikel ini dibuat, ...


STRATEGI DAN MOTIVASI SUKSES


Manusia mendapat semangat dan motivasi untuk meraih kesuksesan dari tantangan. Charles de Gaulle, yang banyak berbicara mengenai hal membangkitkan bangsa, pemah berkata, "Manusia yang berkarakter menemukan daya tertentu di dalam kesulitan, sebab hanya dengan melawan kesulitan itulah ia baru bisa menyadari potensinya." Dan William James berkata Pula, "Kebutuhan dan pergumulanlah yang merangsang dan memberikan inspirasi kepada kita."


SEJARAH FENG SHUI


Sekitar lima ribu tahun yang lalu bangsa Cina kuno telah percaya bahwa tata letak rumah yang benar dapat mempengaruhi kehidupan penghuni rumah tersebut. Secara alamiah manusia hidup untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai kepuasan. Oleh karena itu, apapun upaya untuk mencapai tujuan tersebut akan dilakukan oleh manusia.


Feed
Content

Blog Archive